Dua hari terakhir, akun medsos saya ini ramai dikunjungi pegawai BUMN. Wah wah, banyak yg ngomel-ngomel, marah-marah.
"Jangan sok tahu elu Tere Liye, kami ini teller, meski digaji cuma 4-5 juta sebulan, kami bayar pajak. Tunjangan pajak dari perusahaan itu tetap kami yg bayar. Gross up. Itu duit BUMN bukan APBN."
Saya sedih sekali baca komen2 begini. Banget.
1. Dik, jika kamu teller, digaji 4-5 juta, maka kamu tidak kena pajak, di bawah PTKP loh. Apa relevansinya kamu dgn tunjangan pajak?
2. Kamu tahu tidak direksi2 kamu, take home pay-nya sebulan bisa 5-6 miliar loh. Merekalah sasaran tembak tulisan tsb. Dengan tunjangan pajak 2 miliar lebih sebulan.
3. Nah, saat Danantara akhirnya tersentuh mau buka data2 ini, mereka mungkin kaget, kok bisa tunjangan pajak sebesar ini? Daaaan, kok bisa selisih take home pay teller sama direksi 1000x begini?
4. Maka, pada akhirnya, semoga Danantara mau merevolusi ulang struktur penggajian. Nggak ada dik rumusnya take home pay terendah vs gaji tertinggi bisa 1000x. Itu tuh zolimnya luar biasa. Lebih2 itu tuh BUMN.
5. Sy itu justeru sedang belain kamu loh. Kamu itu kasihan, kan kamu yg sering kena omel nasabah, dimarahi nasabah. Atasanmu mah selow. Apalagi direksi, mereka asyik main golf.
6. Pun jika kalian levelnya staf biasa, pegawai biasa. Dan gaji kamu 10 juta misalnya, tunjangan pajakmu itu tetap rendah banget. Dihapus pun nggak signifikan. Saat hal2 ini diperiksa lagi sama Danantara, semoga kesenjangan gaji menurun, kamu bisa naik gajinya. Lebih fair.
Sungguh, menyedihkan lihat pegawai2 rendahan yg berisiknya minta ampun tidak terima atas tulisan2 ini. Pun sama, ASN2, PNS2 yg gajinya rendah, kamu tuh justeru sedang dibelain. Saat struktur gaji disederhanakan hanya satu istilah saja: gaji, take home pay, wah wah, kamu yg diuntungkan, perhitungan THR, pensiun dari satu itu saja, bukan cuma gaji pokok. Hilangkan semua tunjangan2, fokus ke gaji satu itu saja.
Tapi baiklah, jika kalian mau baper, yuk mari nyampah di kolom komentar postingan Tere Liye, ngamuk2. Sementara direksi elu yg take home pay 70 miliar per tahun dan tdk dipotong sepeser pun pajaknya, mereka tertawa santai.
(Tere Liye)

